JIWA ENTREPRENEUR KELUARGA SYARIAH


By: Taid

Latar Belakang

Entrepreneur memiliki peranan penting dengan kemampuan untuk menciptakan dan menyediakan produk yang memiliki nilai tambah melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi dalam usaha serta mampu menata dengan baik dalam mencari dan membaca peluang yang ada dalam pasar. Entrepreneur sangat dibutuhkan dalam keluarga. Dengan entrepreneur akan memberikan dampak pada pendapatan keluarga. Maka perlu adanya peningkatan jiwa entrepreneur keluarga.

Teori

Seorang wirausahawan haruslah seorang yang mampu melihat kedepan. Melihat kedepan dengan berfikir penuh perhitungan mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan pemecahnnya. Entrepreneurship mempunyai potensi untuk memberikan kontribusi yang banyak kepada masyarakat, para peneliti mencoba menganalisis kepribadian, keterampilan, dan sikap mereka. Seperti diketahui bahwa wirausahawan bersifat kompleks, dan tidak ada satu teori pun yang dapat menjelaskan semua tingkah laku mereka sehingga karakteristik entrepreneurship adalah sebagai berikut:
a. Kebutuhan untuk berprestasi. Wirausahawan mempunyai kebutuhan untuk berprestasi.
b. Letak kendali. Ini adalah ide bahwa individu mengendalikan hidup mereka sendiri, bukan keberuntungan atau nasib. Wirausahawan atau manajer suka berpikir mereka menarik tali mereka sendiri.
c. Toleransi terhadap resiko. Wirausahawan yang bersedia mengambil resiko yang sedang tampaknya memperoleh hasil yang lebih besar dalam aset daripada wirausahawan yang tidak mau mengambil resiko.
d. Toleransi terhadap keragu-raguan sampai batas tertentu. Setiap manajer memerlukan ini, karena banyak keputusan harus dibuat dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak jelas. Tetapi wirausahawan lebih banyak menghadapi keragu- raguan, karena mereka melakukan sesuatu untuk pertama kalinya bahwa pernah ada orang lain yang melakukan dank arena mereka mempertarukan mata pencahariannya.
e. Tingkah laku. Ini mengacu pada dorongan untuk melakukan lebih banyak dengan waktu yang lebih sedikit dan bila perlu walaupun ditantang oleh orang lain
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yunus Mustaqim (2019) dalam jurnal penelitian yang berjudul Membangun Entrepreneurship Dalam Perspektif Ekonomi Syariah menjelaskan bahwa membangun kewirausahaan dalam perspektif ekonomi syariah adalah menumbuhkan suatu karakter yang disiplin, mandiri, realistis, komitmen, jujur, kreatif dan produktif untuk mewujudkan suatu keuntungan yang dapat membawa keberkahan dan tetap menjalani usahanya dengan memperhatikan kesimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Dengan adanya karakter-karakter tersebut akan memberikan dampak pada seorang entrepreneur untuk selalu menjaga usahanya dengan baik dan tidak melakukan suatu kegiatan usaha yang merugikan orang lain, seperti menghancurkan usaha orang lain dengan cara yang bathil. Sehingga nantinya akan mencapai tujuan hidup, yaitu tujuan untuk mencapai fallah dan maslahah. Artinya, seorang entrepreneur memikirkan keberuntungan jangka panjang baik dunia dan akhirat serta tidak memandang material saja tetapi juga menandang spiritual. Dengan demikian, seorang entrepreneur akan merasakan tercapai dan terpenuhinya kebutuhan hidup secara seimbang antara dunia dan akhirat.

SIMPULAN

Dalam membangun jiwa entrepreneur keluarga syariah perlu memahami adanya suatu karakter yang disiplin, mandiri, realistis, komitmen, jujur, kreatif dan produktif untuk mewujudkan suatu keuntungan yang dapat membawa keberkahan dan tetap menjalani usahanya dengan memperhatikan kesimbangan kehidupan dunia dan akhirat yang melekat pada seseorang yang ada dalam keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

Asmani, Jamal Ma’mur. 2011. Sekolah Entrepreneur. Yogyakarta: Harmoni.
Yunus Mustaqim, Membangun Entrepreneurship Dalam Perspektif Ekonomi Syariah, Business Management Analysis Journal (BMAJ), Vol. 2 No. 2 Oktober 2019.

Untuk file PDF nya bisa di download DISINI

Leave a Reply

Open chat
Hello taidz.my.id
Saya ingin bertanya tentang JIWA ENTREPRENEUR KELUARGA SYARIAH

https://taidz.my.id/jiwa-entrepreneur-keluarga-syariah